Seminar Kebangsaan Sinergitas Pemuda Surabaya untuk Merawat Keutuhan NKRI

image
By usi_pasca On Tuesday, October 10 th, 2017 · no Comments · In

Jika ingin membangun Indonesia gemilang cukup jadilah Mahasiswa yang mampu berpikir cerdas tapi waras, Suparto Wijoyo Koordinator Magister Sains Hukum dan Pembangunan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga saat menjadi salah satu narasumber dalam Seminar Kebangsaan dengan tema Sinergitas Pemuda Surabaya untuk Merawat Keutuhan NKRI Kamis 21 September 2017 yang diadakan oleh KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia – Surabaya) di Hotel Sahid Surabaya.

Menurut beliau, saat ini terlalu banyak orang cerdas tapi berpikir culas sehingga tragedi kemanusiaan ditingkat kota tercinta kita saja (Surabaya) tak mampu mahasiwa rasa, dicontohkan peristiwa lumpuhnya cita-cita dan harapan masyarakat kota tatkala toko kelontong yang dikelola harus bersaing dengan hadirnya toko modern yang semakin lama semakin merajai sudut-sudut gang-gang perkampungan kota. harusnya kondisi seperti ini sudah menjadi bekal bagi hadirnya sebuah sikap Mahasiswa, Akademisi untuk mengingatkan Pemerintah yang memberi izin akan tetapi mengapa bungkam padahal sangat akrab dan dekat dengan mata kepala kita ? pernyataan ini menjawab pertanyaan salah satu peserta seminar yang menanyakan cara menjadi mahasiswa yang peka zaman dan mampu memfilter ajaran-ajaran negatif termasuk ajaran komunisme

Untuk memfilter komunis Suparto Wijoyo merujuk pada Konstitusi negara ini dimana diatur dalam pasal 29 UUD 1945 dimana negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa, dan dalam pembukaan UUD 45 jelas tertulis “Atas Berkat Rahmat Allah.. ” jelas bahwa ketika kita menjadi warga negara Indonesia syarat mutlaknya adalah ber Tuhan, maka yang tidak ber Tuhan adalah bukan warga negara Indonesia dan harus enyah dari negara ini.

Sejalan dengan pernyataan diatas Letkol Inf Dodiet Lumwartono Komandan Kodim Surabaya Timur menjelaskan bahwa kita semua harus waspada karena informasi bahwa Komunisme bangkit itu nyata, dan TNI sudah melakukan pendataan. dikatakan bahwa saat ini PKI memang sudah mati akan tetapi melalui simpatisannya pemikiran-pemikiran dan sudut pandang ala PKI disusupkan dalam setiap organisasi yang berhasil di masuki untuk meracuni pola pikir organisasi tersebut.

M.Iqbal Kapolrestabes Surabaya yang turut menjadi pembicara menyampaikan bahwa kondisi seperti ini yang membuat sinergitas menjadi penting, kekuatan Kepolisian itu sejatinya bukan dari persenjataan atau jumlah personel akan tetapi masyarakat dari beragam latar belakang yang mau peduli dengan lingkungannya agar situasi dan kondisi bisa terjaga.

Acara yang dihadiri pula oleh Kemas Eka Saktiawan Ketua KNPI Kota Surabaya dan ratusan Mahasiswa dengan beragam latar belakang organisasi kepemudaan diisi juga oleh nyanyian lagu-lagu nasional dan pembacaan puisi dari para narasumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *